Program “Wajib Mengajar” di daerah terpencil di Indonesia

•June 26, 2009 • Leave a Comment

Kalau saya melihat ulasan berita mengenai pendidikan di daerah timur Indonesia, rasanya seperti melihat daerah lain tapi bukan Indonesia. Hal ini saya rasa dikarenakan selama hidup saya, saya hanya hidup di Jawa dan hanya beberapa kali sempat menikmati kehidupan di luar pulau Jawa.

Pada masa kecil, saya sempat tumbuh di Kalimantan Selatan, tepatnya di Banjarmasin. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Hanya sekitar 4 tahun. Kemudian saya beserta keluarga tinggal di pulau Jawa, karena memang sebagian besar keluarga ada di sana.

Beranjak dewasa, saya sempat kembali mengunjungi Banjarmasin. Seperti ada beberapa orang bilang bahwa kalau sudah pernah mandi di sungai Barito pasti akan kembali lagi kelak. Ternyata, pada saat saya Taruna tingkat III, Latsitarda tahun itu diadakan di Banjarmasin. Memang kebetulan.

Pada saat itu saya selama 1 bulan bekerja sama dengan masyarakat suatu desa (yang, maaf, saya lupa namaya) untuk membangun infrastruktur desa tersebut, seperti jalan, perairan, dsb. Syukur, semuanya berjalan lancar.

Selama berada di sana, saya cukup melihat untuk akhirnya menyadari bahwa masih terdapat beberapa daerah di Indonesia yang belum cukup berkembang. Saya membayangkan bagaimana dengan daerah timur Indonesia?

Selama ini saya belum pernah menginjakkan kaki dan tinggal untuk waktu yang cukup lama di daerah timur Indonesia. Apalagi di daerah-daerah pedalaman. Yang saya ketahui hanyalah dari tayangan televisi dan berita-berita di koran. Bila dilihat dari sisi pendidikan, daerah timur Indonesia senantiasa dikatakan ‘tertinggal jauh’ dari Jawa. Memang hal ini berasal dari orang-orang yang pernah mengalami perbedaan antara kehidupan di Jawa dengan di luar Jawa, terutama di daerah timur Indonesia.

Berkenaan dengan masalah pendidikan, saya punya ide yang mungkin juga bisa memicu diskusi yang bersifat membangun. Ide saya ialah, bagaimana kalau ada istilahnya “wajib mengajar” di daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia? Terutama bagi para tenaga pengajar yang telah menjadi PNS. Saya sendiri buta mengenai teknis menjadi tenaga pengajar di Indonesia, namun sekiranya ide ini dapat diterima dari sisi baiknya, yaitu bahwa adanya pemerataan di tingkat pendidikan di seluruh daerah di Indonesia.

Sebenarnya ide ini juga muncul setelah saya melihat tayangan debat capres kemarin. Salah satu ulasannya terdapat bagian dimana tingkat pendidikan yang rendah diperkirakan memiliki hubungan langsung dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Kemudian saya berpikir, mungkin memang begitu adanya. Lalu, muncullah ide ini.

Saya memang pernah mendengar bahwa kedokteran memiliki program seperti ini, yangmana saya tidak terlalu paham akan bagaimana proses berlangsungnya. Namun saya pikir, apa mungkin juga bila sistem yang sama diterapkan kepada tenaga pengajar? Namun demikian, tetap saya rasa peranan pemerintah haruslah besar dalam ‘merangsang’ minat tenaga pengajar untuk membangun daerah terpencil Indonesia melalui pendidikan. Misalnya saja sebagai contoh, bagi tenaga pengajar yang telah menjalani ‘wajib mengajar‘ selama setahun di daerah terpencil dan memutuskan untuk meneruskan mengajar di sana, akan diberikan penghasilan yang lebih besar daripada penghasilan rata-rata tenaga pengajar yang berada di daerah maju, seperti Jakarta/Pulau Jawa. Katakanlah, gaji pokoknya 3x lipat gaji pokok tenaga pengajar di Jawa. Atau mungkin diberikan fasilitas lainnya seperti mes ataupun tempat tinggal layak bagi tenaga pengajar tersebut dan keluarganya. Dengan demikian, tenaga pengajar tersebut akan merasa tertarik untuk mengajar lebih lama lagi di daerah tersebut. Niscaya, perlahan-lahan dengan tingkat pendidikan yang tidak begitu timpang dengan beberapa daerah maju di Indonesia, daerah tersebut akan memiliki kemampuan untuk mengembangkan dirinya sehingga diharapkan  kesejahteraan sosial bagi  rakyat Indonesia dapat merata. Selain itu, saya kira program ini sejalan dengan program pemerataan penduduk. Jadi, sekali mengayuh, dua-tiga pulau dilalui.:)

Mohon maaf apabila ulasan unek-unek di atas terkesan dangkal ataupun tidak berkenan di hati. Saya tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. Hanya sekedar menyalurkan pendapat/opini. Namun sekiranya ada manfaatnya, saya bersyukur.

Web Hosting dan Domain??

•January 27, 2009 • 3 Comments

Sebenarnya apaan sih itu, web hosting dan Domain?

Untuk teman-teman yang masih bingung akan kedua hal ini, mungkin tulisan ini bisa memberi sebercak cahaya..:)

Web Hosting, dari namanya saja kita bisa tahu bahwa itu adalah proses me-host web.  Maksudnya? Host, berarti yang mengatur atau merencanakan. Seperti halnya kalo kita diundang ke suatu perjamuan, yang jadi ‘host’nya adalah yang punya rumah dan yang mengatur semua kegiatan di dalamnya. Nah, analogi yang sama dengan web hosting. Para ‘host’ ini menyediakan tempat untuk para ‘web page’ dengan segala aturan yang berlaku di tempat host tersebut.

Ada beberapa tipe web hosting, mulai dari yang gratis (biasanya untuk personal web page dengan simple features) sampe yang bayar (biasanya untuk bisnis dan feature yang udah advance). Jadi yakinkan pelayanan yang dapat diberikan oleh ‘host’ anda sebelum anda mendaftarkan diri sebagai pelanggan. Biasanya ‘host’ juga menyediakan fasilitas untuk mencoba dahulu agar pelanggan benar-benar puas akan apa yang diberikannya. Jangan lupa juga menanyakan ‘uptime’ dari host, alias kesiapsiagaan host dalam memberikan pelayanannya. Rata-rata mereka memberikan ‘uptime’ sekitar 95% yang berarti ‘hampir selalu siap’, kecuali pada saat maintenance maupun system restart.

Bagaimana dengan domain? Apaan sih itu? Domain, atau lebih lengkapnya Domain Name System (DNS) adalah pengalamatan. HHMm, gitu aja? Yup, gitu aja! DNS inilah yang memungkinkan kita mengetikkan “www.rodjasontaylor.wordpress.com” dan melihat isi page yang kita maksud daripada mengetikkan IP address (misal IPv4: 208.77.188.166) dari halaman yang dimaksud. Jadi, DNS mempermudah kita dalam pengalokasian halaman web yang kita kehendaki. DNS menerjemahkan bahwa IP address tertentu, misal  208.77.188.166 adalah www.rodjasontaylor.wordpress.com, demikian sebaliknya.

Semoga penjelasan di atas dapat membantu teman-teman yang berusaha mengerti kedua istilah ini. Apabila ada yang mau koreksi maupun menambahkan, saya sangat senang menerimanya..:)

Cara kerja CD player

•January 22, 2009 • Leave a Comment
Kepingan CD

Kepingan CD

Mungkin ada beberapa teman-teman yang ingin mengetahui cara bekerjanya CD player. Nah, mungkin ini bisa menjadi gambaran.

(dikutip dari http://www.howstuffworks.com/cd.htm)

Suara yang ditangkap oleh alat pemroses suara memiliki tipe data digital yangmana datanya dinyatakan dalam bilangan biner, yaitu 0 dan 1. Serangkaian 0 dan 1 ini merepresentasikan suatu nilai sendiri yangmana dengan decoder tertentu akan menghasilkan nilai yang diinginkan (data yang diperoleh tidak rusak/sesuai).

Pada kepingan CD, data 0 diperoleh dari ‘lubang’ yang dibuat oleh CD writer, sedangkan data 1 tidak memiliki ‘lubang’. Jadi, deretan data seperti 1011, dalam bentuk fisik akan menjadi: rata-lubang-rata-rata.  Lubang ini dimensinya sangat kecil sekali.

Konstruksi CD dengan lubang ini bukanlah apa yang terjadi pada jaman sekarang. Namun, dasarnya sama. Sekarang, lobang atau ratanya diganti dengan transparan atau buramnya salah satu lapisan pada CD yang namanya Photosensitive Dye. Nah, lapisan ini yang menentukan pola deretan data 1 dan 0.

Mengapa disebut CD burner? Karena itulah yang dikerjakannya, mem’bakar’ lapisan Photosensitive Dye ini sehingga menjadi lebih buram alias tidak transparan. Apa yang terjadi apabila dia transparan? Bila transparan, maka dengan CD reader, akan terbaca sebagai 1, sedangkan bila buram akan terbaca 0.

Kok jadi transparan dan buram sih istilahnya? Memang demikian, karena cara kerja CD reader adalah dengan melihat apakah cahaya laser yang ditembakkannya ke keping CD dipantulkan kembali ke sensor (pada CD reader) atau tidak. Apabila dipantulkan (berarti lapisan Photosensitive Dye-nya transparan alias tidak terbakar) berarti data ini adalah 1, apabila tidak ada pantulannya atau lemah pantulannya maka data ini adalah 0.

Gimana? Udah ada gambaran? Kalo masih kurang jelas, lihat deh link di atas. Pasti jelas banget. Pake video segala..:)

Kerusakan Motherboard pada Laptop

•January 22, 2009 • 18 Comments

Beberapa hari yang lalu, laptop  saya (HP Pavilion tx1012) tidak mau boot setelah saya tekan tombol power.  Hal ini sebenarnya sudah terjadi dua kali sebelumnya. Namun pada kejadian-kejadian sebelumnya, hal ini tidak berlangsung lama. Mungkin hanya beberapa jam, dan bila saya nyalakan kembali laptop saya, maka proses booting berjalan seperti biasanya.

Kali ini beda. Sampai sekarang laptop saya tidak mau juga booting. Yang ditampilkan hanyalah layar hitam tanpa tanda-tanda adanya proses sedang berjalan pada harddisk.

Keesokan harinya saya membawa laptop saya ke service center HP di Kuningan dengan harapan tidak akan ditemukannya kerusakan permanen yang mengharuskan saya membeli spare part yang mahal.

Setelah lebih dari seminggu, saya dihubungi pihak HP dan diberitahu bahwa motherboard laptop saya perlu diganti. Harga motherboard yang baru adalah 1,2 juta!! Langsung saya terkejut mendengarnya. Lalu saya tanyakan mengapa kerusakan ini bisa sampai terjadi. Lalu penjelasannya demikian: dikarenakan processor AMD bersifat panas dalam pemrosesan datanya, terdapat bagian dari circuit pada motherboard tersebut yang terjadi hubung singkat sehingga terbakar. Tidak ada cara lain selain mengganti motherboard yang ada.

Melihat kemungkinan hal ini terjadi, saya teringat akan bagaimana saya menggunakan laptop saya. Saya menjadi teringat bahwa memang ada saat-saat dimana saya bekerja menggunakan laptop tanpa memperhatikan kondisi perputaran udara di sekitar laptop saya. Hal ini ternyata sangatlah penting. Jangan sampai laptop anda kekurangan ‘udara segar’ pada saat bekerja. Hal ini dapat memungkinkan terjadinya kasus seperti yang saya alami.

Dari pengalaman ini saya belajar bahwa lebih baik kita mengeluarkan uang sedikit lebih untuk pencegahan terjadinya kerusakan, seperti membeli cooling fan laptop. Yah, tapi hal ini sudah terjadi.. Apa boleh buat? Lain kali lebih baik deh..:)

Francais 4

•February 28, 2008 • 2 Comments

Une conversation du travail.

A:    Salut. Qu’est-ce que vous faites comme travail?

B:    Je travail dans la presse.

A:    Quel est votre travail exactement?

B:    Je suis journaliste.

A:    C’est interessant?

B:    C’est passionnant. 

 ——————————————————

A:    Vous travaillez ici? 

B:    Oui. Je suis receptionist dans cet hotel.

A:    C’est interessant?

B:    Oui. Tres interessant.

A:    Vous avez beaucoup d’etrangers?

B:    Oui, des Australiens, des Americains, des Anglais.

A:    Vous parlez anglais?

B:    Oui, bien sur.

——————————————————-

A:    Quel est votre travail?

B:    Je suis chomeur.

Francais 2

•February 27, 2008 • 2 Comments

Vous etes en route. Vous avez besoin du essence et de l’huille. Vous rencontrez une madame.

Vous:    Bounjour madame, vous pouvez m’aider?

Mdm:    Qu’est qui se passe?

Vous:    Je suis en panne. J’ai besoin de l’huille.

Mdm:    J’ai de l’huille. Je peux vous aider.

Vous:    Ah vraiment?

Mdm:    Oui. Voila.

Vous:    J’ai besoin d’essence aussi. Il y a une service-station pres d’ici?

Mdm:    Vous allez jusq’aux de rond point. Il y a une service-station a la troisieme a droite.

Vous:    Merci de me depanner.

Mdm:    De rien. Bonne route.

Francais 1

•February 25, 2008 • Leave a Comment

Vous etes en vacances. Il  fait froid et votre gorge vous fait mal.

Pharmacist:   Bonjour, Monsieur. Vous desirez?

Vous        :    J’ai tres mal a la gorge/Ma gorge me fait tres mal. Vous avez quelque chose pour ca?

Pharmacist:    Ah oui! Je peux vous donner des pastilles. Vous en prenez trois par jour, apres les repas.

Vous        :    Merci! Et vous avez des pansement, s’il vous plait?

Pharmacist:    Bien sur. Voila monsieur.

Vous        :    Merci beaucoup.

Pharmacist:    De rien.

Nederlands 1

•February 24, 2008 • 4 Comments

Hoi! Hoe gaat het met jullie? Alles goed? Nou, ben je al gereed voor onze eerst les? Ja, laten we nu gaan!

Nee, grapje hoor.. Ik zou je geen les geven maar ik wil alleen over iets schrijven. Het mag wel over sports of diet of misschien sex! Tja, alles kan toch gepraat worden?

Oke, nu wil ik iets over mezelf praten. Kan ik dat doen? Ja, natuurlijk! Toch is het mijn blog..:) Uitstekend!

Ik heet Rod Jason Taylor. Ik ben nu al achtentwintig jaar oud. Nee, ik ben nog niet getrouwd. Waarom? Ja, misschien ben ik een beetje bang met huwelijk, maar als ik echt een reden moet geven, dan kan ik wel zeggen dat ik nog niet gereed ben om te trouwen. Je kan wel andere reden denken maar ze niet waar zijn. En nee, ik ben geen gay.

Ik ben nu een student elektronisch in Institute Teknologi Bandung. Ik ben al op de vierde jaar of het laatste jaar van mijn studie. Ik ben nu mijn laatste project (ook TA benoemd) aan het maken. Maar tja, ik ben heel lui in de laatse tijd. Daarom is het nergens gegaan. Ik ben nog de materiallen voor het onderwerp aan het leren. Ik moet natuurlijk eerst de Model Predictive Control beheersen of ten minste begrijpen. Ik denk dat ik een goed student ben geweest omdat ik goede cijfers voor mijn leervakken heb gekregen. Mijn GPA is 3.56. Niet slecht, he?:)

Nu studeer ik ook Frans. Maar ik denk dat Frans een heel moeilijke taal is. Ik heb het wel een jaar geleerd maar toch kan ik niet so goed Frans spreken. Ik denk er altijd  dat ik heel dom ben als ik in de Frans les zit. Ik kan niks verstaan. Maar ik denk het wel dat Frans een heel ingewikkelde taal is. Hoe denk je eraan?

Oke, nu moet ik mijn briefje afdoen. We kunnen natuurlijk andere keer ontmoeten. Tot ziens..:)

Kandungan gizi makanan sehat

•February 22, 2008 • 2 Comments

Berikut ini kandungan gizi makanan sehat yang kita ketahui:

Apel

Apel berguna sekali antara lain untuk menangkal radikal bebas. Anti kolesterol, mempunyai indeks glikemik (=indikator kecepatan peningkatan gula darah) yang sangat rendah dan dapuat mengontrol keluarnya insulin, yang mana sangat berguna bagi atlit binaraga dan fitnessmania yang rutin latihan beban. Selain itu dikenal juga pepatah: “An apple a day keeps the doctor away”.

Kandungan gizi: 58kkal energi,0.4g lemak, 0.3g protein,14.9g karbohidrat. Data diambil dari 100g apel.

Pisang

Pisang ini merupakan karbohidrat pilihan para olahragawan. Selain mudah didapat, kandungan gizi dan vitaminnya sangatlah baik bagi tubuh. Enzim bromelain yang terkandung di pisang ini juga berfungsi meningkatkan libido kaum pria. Kandungan potasium dan vitamin B sanggup meningkatkan tenaga yang lemas.

Kandungan gizi: 99kkal energi, 1.2g protein, 0.2g lemak. Data diambil dari pisang ambon.

Brokoli

Brokoli merupakan sayuran pilihan yang kaya akan vitamin C dan serat makanan. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin yang berfungsi mengumpulkan senyawa lain yang bersifat oksidatif stres yang kemudian mengubahnya menjadi protein. Brokoli tiap hari akan mengurangi oksidatif stres dan radikal bebas penyebab pembengkakan jaringan, hipertensi, stroke, kanker serta alzeheimer.

Beras Merah

Selain kaya serat, beras merah juga terkenal kaya akan kandungan zat besi dan vitamin B, antara lain B1, B2, B6 dan asam tantoneat. Kandungan selenium dapat membantu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel untuk mengurangi resiko kanker dan penyakit degeneratif lainnya.

Roti Gandum

Roti andalan pelaku diet ini mengandung serat yang tinggi, anti oksidan, fitoestrogen (yang baik untuk mencvegah penyakit jantung dan kanker), vitamin, mineral dan zat besi.

Havermout

Karbohidrat andalan para atlit ini mengandung serat yang banyak yang dapat memangkas resiko penyakit jantung dengan cara mengikat kolesterol jahat LDL (Low Density Lipoprotein).

Dada Ayam dan Putih Telur

Kedua sumber protein ini merupakan andalan para olahragawan dalam memenuhi kebutuhan proteinnya. Kedua makanan ini pun mengandung lemak yang rendah.

Semoga data ini berguna bagi kawan yang gemar berolahraga.

Data diambil dari tabloid Reps edisi Desember 2006.

Recycle Office Paper

•February 4, 2008 • Leave a Comment

You guys might be wondering thus far on how to recycle papers. Well, at least that’s what I felt for quite some time. What really triggered me to look for and search on how to recycle papers is that i really hate seeing papers (used ones) lying on my desk, or down on the floor on my special container. I thought that there was supposed to be something to be done to deal with it. Besides, everybody now is talking about “Global Warming” and its horrendous effects, that’s why I also thought that there is possibly something to the smallest degree that I can do to help them who are endlessly in effort to encourage us to reduce whatever those are we’re doing that escalate the global warming.

So, without further ado, here is how to recycle papers.

Before we get down to the bottom, these are the things we need to make it happen:

  1. Recycled paper (blank on one side)
  2. Thicker recycled material (postcards, envelopes, cardboard, etc.) for covers
  3. Twine, yarn, or other string

Other tools we’ll be using are:

  • Awl, drill, or drill press
  • Large sewing needle or bookbinding needle
  • Paper cutter, scissors, or utility knife
  • Cutting mat
  • Ruler
  1. Collect the office papers that still have blank parts on it, Either on the same side or the other side.
  2. Cut them into the size you want your book from these papers to be. This include the thicker recycled material that you want to use as the cover of you book.
  3. By using a big sewing needle or bookbinding needle, bind the papers together.

If you want to see the video of the making, click here